Kamis, 27 September 2012

Implementasi Sistematis GHS


Pikrogram GHS baru
Dengan lebih dari 2.000 item yang diberi label berdasarkan GHS, singkatan dari Global Harmonised System, Merck Chemicals telah mengambil langkah terdepan diantara industri lainnya. Regulasi baru (EC) No 1272/2008 dalam klasifikasi dan pelabelan GHS diberlakukan pada Januari 2009. Tujuan dari GHS adalah untuk mengharmonisasi beragam sistem klasifikasi dan pelabelan bahan kimia yang ada di seluruh dunia.
GHS memperkenalkan kriteria harmonisasi global untuk mengklasifikasikan sifat-sifat fisis, toksikologi, dan ekotoksikologi. Komponen penting dari GHS adalah penetapan komunikasi bahaya yang terharmonisasi. Hal ini mempengaruhi isi label dan jugaLembar Data Keselamatan Bahan.
Hingga saat ini kami telah melabeli lebih dari 2.000 item berdasarkan GHS dan menyediakan lembar data keselamatan yang sesuai.
Sebagai bagian dari perilisan label GHS, kami bersiap untuk membantu pelanggan perusahaan untuk mengenal lebih dekat kelas bahaya, piktogram, pernyataan bahaya dan pencegahan yang baru melalui poster, brosur, dan media pembelajaran elektronik (e-learning). Meskipun implementasi GHS untuk bahan kimia bercampur akan terus berlangsung hingga 2015, para pelanggan kami dapat yakin bahwa kami akan memiliki label GHS pada semua produk jauh sebelum batas waktu ini.
Dapatkan informasi lebih lanjut mengenai GHS &REACH

Originally From : http://www.merckmillipore.co.id/chemicals/ghs-systematically-implemented/c_LNub.s1O0UoAAAEq.dQk45AG

Pengertian MSDS

MSDS atau dalam bahasa kita dikenal dengan ‘Informasi Data Keamanan Bahan’ merupakan informasi mengenai cara pengendalian bahan kimia berbahaya (B3), bisa diartikan juga lembar keselamatan bahan.
Informasi MSDS ini berisi tentang uraian umum bahan, sifat fisik dan kimiawi, cara penggunaan, penyimpanan hingga pengelolaan bahan buangan.
Mengapa kita harus mengetahui dan menerapkan MSDS ?
Pada prinsipnya agar kita tetap terjaga kesehatan dan keselamatan pada waktu bekerja menggunakan bahan kimia. Selain itu fungsi MSDS adalah agar :
1. Mengetahui potensi bahan kimia
2. Menerapkan teknologi pengendalian dalam melindungi pekerja
3. Mengembangkan rencana pengelolaan bahan kimia di tempat kerja
4. Merencanakan pelatihan pada pekerja yang langsung kontak dengan B3

Dalam dunia kerja, baik di laboratorium maupun lapangan, komponen bahan kimia berada di dalam :
  • Bahan baku (starting material) 
  • Bahan produk utama 
  • Bahan produk samping 
  • Bahan untuk analisis 
  • Bahan buangan

Dengan demikian yang harus menggunakan dan menerapkan lembar MSDS antara lain:
  1. Produsen bahan 
  2. Pihak pengangkut bahan 
  3. Penyimpan dan supplier bahan 
  4. Pengguna bahan (Industri, Laboratorium dan Institusi akademik) 
  5. Pengolah bahan buangan
Rincian isi MSDS antara lain :
1. Informasi umum
a. Tanggal pembuatan
b. Alamat produsen atau suplier
c. Nomor seri CAS (Chemical Abstract Serial Number)
d. Nama kimia
e. Nama perdagangan dan sinonim
f. Nama kimia lainnya
g. Rumus struktur dan rumus kimia
h. Tanda bahaya bahan kimia
2. Informasi komponen berbahaya
a.  Batas paparan tiap komponen
b.  Komposisi
c.  Persen berat
3. Informasi data sifat fisika
a. Titik didih
b. Tekanan uap
c. Kerapatan uap
d. Titik beku atau titik leleh
e. Kerapatan cairan
f.  Persen penguapan
g. Kelarutan
h. Penampakan fisik dan bau
4. Informasi tentang data kemudahan terbakar dan ledakan
a. Titik nyala
b. Batas kemampuan terbakar
c. Batas temperatur terendah yang menimbulkan ledakan
d. Batas temperatur tertinggi yang menimbulkan ledakan
e. Media /bahan kimia yang digunakan untuk pemadaman
f.   Prosedur khusus untuk pemadaman
5. Informasi data reaktivitas
a.  Stabilitas bahan
b.  Pengaturan lokasi penempatan bahan
c.  Produk dekomposisi yang berbahaya
d.  Produk polimerisasi yang berbahaya
6. Informasi tentang bahaya kesehatan
a.  Efek terkena paparan yang berlebihan
b.  Prosedur pertolongan darurat dan pertolongan pertama akibat kecelakaan
c.  Kontak pada mata
d.  Kontak pada kulit
e.  Terhirup pada pernafasan

7. Informasi prosedur pengumpulan, pengelolaan dan pengolahan limbah
a. Langkah-langkah yang harus diambil untuk pengumpulan limbah
b. Prosedur pengelolaan dan pengolahan limbah di lapangan
c. Prosedur pengelolaan dan pengolahan limbah di laboratorium
d.  Metoda pemusnahan limbah bahan kimia
8. Informasi perlindungan bahan kimia
a.  Perlindungan respiratory
b.  Ventilasi
c.  Sarung tangan pelindung
d.  Pelindung mata
e.  Peralatan pelindung lainnya
f.   Pengawasan perlindungan
9. Informasi penanganan awal khusus
a. Penanganan khusus dalam penggunaan dan penyimpanan
b. Penanganan awal lainnya
10. Informasi Data transportasi
a. Nama dan jenis transportasi
b. Tanda kelas bahaya bahan
c. Tanda label
d. Tanda merk
e. Prosedur darurat akibat kecelakaan
f. Prosedur penanganan awal yang harus dilakukan selama tranportasi.
TEKNIK PENELUSURAN MSDS

Kita dapat mengetahui secara lengkap isi dari MSDS dari berbagai sumber. Adapun mengenai teknik untuk menelusuri MSDS antara lain dari :
      Dari buku literatur K3 di Perpustakaan atau instansi terkait
      CDROM dari produsen bahan kimia
      Internet :
          http://www.msdsonline.com/
          http://www.ilpi.com/msds/  
STRATEGI PENGELOLAAN MSDS
      Inventarisasi bahan-bahan kimia yang terkait pekerjaan
      Pengumpulan dan penelusuran dokumen MSDS
      Modifikasi MSDS
      Melaksanakan dan mematuhi rekomendasi dari MSDS

Yang sangat penting untuk diperhatikan adalah memperlakukan bahan kimia dalam bekerja agar :
      Selalu merujuk MSDS (Material Safety Data Sheet)
      Preparasi bahan dengan benar
      Pengemasan dan penyimpanan bahan yang tepat
      Penggunaan pada takaran yang tepat
      Pengelolaan buangan bahan secara bijaksana 

Originally From:
http://lansida.blogspot.com/2011/01/material-safety-data-sheet-msds.html

Manajemen Laboratorium

OlehDr. Suryadi BU, M.Si.

Materi Kuliah:
1.Laboratory safety
Prosedur kerja di Laboratorium
Mengenal bahan-bahan kimia berbahaya
Sistem labeling
Penanganan dan penyimpanan bahan-bahan kimia berbahaya.
Monitoring dan pengendalian keterpaan
Pencegahan dan penanggulangan kebakaran
Alat pelindung diri
2. Pengelolaan bahan kimia dan limbah B3
3. Pengelolaan peralatan laboratorium
Tata ruang dan infrastruktur laboratorium
Teknik penggunaan dan pemeliharaan peralatan laboratorium
Inventari peralatan laboratorium
¨Bermanfaat untuk memudahkan dalam pengenalan  (identifikasi) serta cara penanganan dan transportasi
Classification of Hazardous material
1.Toxic substance
2.Corrosive substance
3.Flammable substance
4.Explosive
5.Oxidation agent
6.Compressed gases
7.Radioactive substance
8.Hazardous to environment
9.Water sensitive substance
10.Acid sensitive substance
Classification of Toxic Substances
1.Metal and metaloid
2.Solvent
3.Toxic gas
4.Cartiogenic substance
5.Pesticide
 
  



















Kelas Zat Beracun
LD50(mg/kg)
Contoh
Racun super
Amat sangat beracun
Amat beracun
Beracun sedang
Sedikit beracun
Tidak beracun
< 5
5 – 50
50 – 500
500 – 5000
5000 – 15000
> 15000
Nikotin
Timbal arsenat
Hidrokinon
Isopropanol
Asam asetat
Propilene glikol
 

Corrosive Substance


























Flammable Substance

Fasa
Contoh
Padat
belerang, fosfor, kertas, hibrida logam, kapas
Cair
eter, alkhohol, aseton, benzena, hexana, dll
Gas
hidrogen, asetilen, etilen oksida
 

Explosif substance

Industri
Bahan yang di produklsi
Peledak
Amunisi
Gas industri
Mercon
Korek api
Zat warna
NH4NO3, TNT
Campuran
Asetilen, H2, O2
NaNO3, KClO3, karbon
KClO3, belerang
Azo dan diazo
 

Oxidation Agent
 

Bahan
contoh
Oksidator anorganik
MnO4, perklorat, bikromat, hidrogen peroksida, peiodat, persulfat
Oksidator organik
benzil peroksida, asetil peroksida, eter oksida, asam perasetat

 
Water Sensitive Substance

Jenis bahan
Contoh
Golongan alkali
Na, K
Logam halida anhidrat
alumunium tri bromida
Logam oksida anhidrat
CaO
Oksida non logam halida
sulfuril klorida
 
 
Acid Sensitive Substance
Umumnya bahan–bahan yang reaktif terhadap air juga reaktif terhadap asam.
Selain itu dapat meledak maupun terbakar karena terjadi reaksi eksotermik dan gas yang mudah terbakar.
Contoh :
Kalium klorat ( KClO3 )
Kalium permanganat
Kromat ( Cr2O3 )
 
 
Bahaya yang ditimbulkan :Bila bocor akan mencemari lingkungan
 
Bahaya yang terjadi tergantung jenis gas
Korosif
 
Mudah terbakar
Aspiksian*
*Bersifat aspiksian maksudnya mengganggu pernafasan dan darah, contohnya : CO2, CO, hiodrgen sianida, argon, helium, nitrogen
Tabel Penggunaan Gas Bertekanan Dan Bahayanya
Gas
Penggunaan
Bahaya
asetilen
amoniak
etilen oksida
hidrogen
Nitrogen
klor
vinil klorida
Gas bakar
Bahan baku
Sterilisasi
Hidrogenasi
Gas pencuci,
pembuatan udara inert
Klorinasi, oksidator
Produksi plastik
Mudah terbakar, aspiksian
Beracun
Beracun, mudah terbakar
Mudah terbakar, aspiksian
Aspiksian
Beracun, korosif
Beracun, mudah terbakar
  
Klasifikasi NFPA ( National Fire Protection Association )
 
 
MSDS
Format MSDS ada 2 :
1.Format OSHA*
2.Format ANSI
  
Chemical identity
-  Nama pabrik
-  Informasi yang bisa dihubungi
Berisikan tentang kandungan bahaya / identity information
Karakteristik fisik / kimia
Data – data tentang bahaya kebakaran dan bahaya mudah meledak
Data – data reaktifitas
Data – data bahaya kesehatan
Penanganan dan pemakaiannya  untuk keselamatan
Ukuranukuran pengawasan
 
1.Identitas zat dan informasi tentang pabrik
2.Berisikan tentang chemical komposisi dan data komponennya
3.Identifikasi tentang bahaya
4.Cara – cara pertolongan pertama
5.Cara – cara melawan / mengatasi kebakaran
6.Cara – cara menghindari kecelakaan
7.Penyimpanannya dan penanganannya
8.Pengawasan keterpaan dan proteksi diri
9.Sifatsifat fisika dan kimia
10.Stabilitas dan raktifitasnya
11.Informasi tentang bahaya racun
12.Ecological information
13.Pertimbangan cara pembuangannya
14.Informasi tentang transportasinya
15.Peraturanperaturan
16.Informasi lainnnya  
 

Comments