Kamis, 27 September 2012

Manajemen Laboratorium

OlehDr. Suryadi BU, M.Si.

Materi Kuliah:
1.Laboratory safety
Prosedur kerja di Laboratorium
Mengenal bahan-bahan kimia berbahaya
Sistem labeling
Penanganan dan penyimpanan bahan-bahan kimia berbahaya.
Monitoring dan pengendalian keterpaan
Pencegahan dan penanggulangan kebakaran
Alat pelindung diri
2. Pengelolaan bahan kimia dan limbah B3
3. Pengelolaan peralatan laboratorium
Tata ruang dan infrastruktur laboratorium
Teknik penggunaan dan pemeliharaan peralatan laboratorium
Inventari peralatan laboratorium
¨Bermanfaat untuk memudahkan dalam pengenalan  (identifikasi) serta cara penanganan dan transportasi
Classification of Hazardous material
1.Toxic substance
2.Corrosive substance
3.Flammable substance
4.Explosive
5.Oxidation agent
6.Compressed gases
7.Radioactive substance
8.Hazardous to environment
9.Water sensitive substance
10.Acid sensitive substance
Classification of Toxic Substances
1.Metal and metaloid
2.Solvent
3.Toxic gas
4.Cartiogenic substance
5.Pesticide
 
  



















Kelas Zat Beracun
LD50(mg/kg)
Contoh
Racun super
Amat sangat beracun
Amat beracun
Beracun sedang
Sedikit beracun
Tidak beracun
< 5
5 – 50
50 – 500
500 – 5000
5000 – 15000
> 15000
Nikotin
Timbal arsenat
Hidrokinon
Isopropanol
Asam asetat
Propilene glikol
 

Corrosive Substance


























Flammable Substance

Fasa
Contoh
Padat
belerang, fosfor, kertas, hibrida logam, kapas
Cair
eter, alkhohol, aseton, benzena, hexana, dll
Gas
hidrogen, asetilen, etilen oksida
 

Explosif substance

Industri
Bahan yang di produklsi
Peledak
Amunisi
Gas industri
Mercon
Korek api
Zat warna
NH4NO3, TNT
Campuran
Asetilen, H2, O2
NaNO3, KClO3, karbon
KClO3, belerang
Azo dan diazo
 

Oxidation Agent
 

Bahan
contoh
Oksidator anorganik
MnO4, perklorat, bikromat, hidrogen peroksida, peiodat, persulfat
Oksidator organik
benzil peroksida, asetil peroksida, eter oksida, asam perasetat

 
Water Sensitive Substance

Jenis bahan
Contoh
Golongan alkali
Na, K
Logam halida anhidrat
alumunium tri bromida
Logam oksida anhidrat
CaO
Oksida non logam halida
sulfuril klorida
 
 
Acid Sensitive Substance
Umumnya bahan–bahan yang reaktif terhadap air juga reaktif terhadap asam.
Selain itu dapat meledak maupun terbakar karena terjadi reaksi eksotermik dan gas yang mudah terbakar.
Contoh :
Kalium klorat ( KClO3 )
Kalium permanganat
Kromat ( Cr2O3 )
 
 
Bahaya yang ditimbulkan :Bila bocor akan mencemari lingkungan
 
Bahaya yang terjadi tergantung jenis gas
Korosif
 
Mudah terbakar
Aspiksian*
*Bersifat aspiksian maksudnya mengganggu pernafasan dan darah, contohnya : CO2, CO, hiodrgen sianida, argon, helium, nitrogen
Tabel Penggunaan Gas Bertekanan Dan Bahayanya
Gas
Penggunaan
Bahaya
asetilen
amoniak
etilen oksida
hidrogen
Nitrogen
klor
vinil klorida
Gas bakar
Bahan baku
Sterilisasi
Hidrogenasi
Gas pencuci,
pembuatan udara inert
Klorinasi, oksidator
Produksi plastik
Mudah terbakar, aspiksian
Beracun
Beracun, mudah terbakar
Mudah terbakar, aspiksian
Aspiksian
Beracun, korosif
Beracun, mudah terbakar
  
Klasifikasi NFPA ( National Fire Protection Association )
 
 
MSDS
Format MSDS ada 2 :
1.Format OSHA*
2.Format ANSI
  
Chemical identity
-  Nama pabrik
-  Informasi yang bisa dihubungi
Berisikan tentang kandungan bahaya / identity information
Karakteristik fisik / kimia
Data – data tentang bahaya kebakaran dan bahaya mudah meledak
Data – data reaktifitas
Data – data bahaya kesehatan
Penanganan dan pemakaiannya  untuk keselamatan
Ukuranukuran pengawasan
 
1.Identitas zat dan informasi tentang pabrik
2.Berisikan tentang chemical komposisi dan data komponennya
3.Identifikasi tentang bahaya
4.Cara – cara pertolongan pertama
5.Cara – cara melawan / mengatasi kebakaran
6.Cara – cara menghindari kecelakaan
7.Penyimpanannya dan penanganannya
8.Pengawasan keterpaan dan proteksi diri
9.Sifatsifat fisika dan kimia
10.Stabilitas dan raktifitasnya
11.Informasi tentang bahaya racun
12.Ecological information
13.Pertimbangan cara pembuangannya
14.Informasi tentang transportasinya
15.Peraturanperaturan
16.Informasi lainnnya  
 

Comments